Friday, October 6, 2017

PEDOMAN TES KESAMAPTAAN JASMANI CPNS KEMENKUMHAM 2017

KETENTUAN UMUM

Kesamaptaan Jasmani merupakan tahapan seleksi yang wajib diikuti bagi para pelamar CPNS yang memilih jabatan Penjaga Tahanan yang akan ditempatkan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dalam penerimaan CPNS di Kementerian Hukum dan HAM Tahun Anggaran 2017. Seleksi dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia Pusat maupun Panitia Daerah dan diikuti oleh peserta yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi kompetensi dasar dan telah ditetapkan sebagai peserta seleksi kompetensi bidang. Seleksi kesamaptaan merupakan bagian dari seleksi kompetensi bidang bersama dengan selain seleksi pengamatan fisik dan keterampilan (PFK), dengan bobot masing-masing 50%. Pelaksanaan Seleksi Kesamaptaan diutamakan dengan mengoptimalkan tenaga, sarana dan prasarana yang dimiliki oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.. Selain itu pelaksanaan tes ini juga dapat bekerjasama dengan Dinas/Instansi Pemerintah yang biasa melaksanakan kegiatan ini. Adapun pedoman seleksi kesamaptaan ini merujuk pada Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor KEP/698/XI/2011 Tanggal 28 Desember 2011.


Maksud 
Memberikan pedoman kepada para panitia dalam menyelenggarakan seleksi kesamaptaan jasmani.

Tujuan 
Memberikan keseragaman dalam pelaksanaan seleksi kesamaptaan jasmani

Pengertian seleksi kesamaptaan 
Seleksi kesamaptaan jasmani digunakan untuk mengetahui kondisi jasmani setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sehingga diharapkan seorang calon yang mempunyai daya tahan tubuh dan kekuatan fisik yang baik akan mampu mengikuti pelatihan-pelatihan dan pelaksanaan tugasnya. Seleksi kesamaptaan untuk mengukur kondisi jasmani peserta melalui Kesamaptaan ”A” lari 12 menit, Kesamaptaan ”B” pull up/ channing, shit up, phus up dan shuttle run.

Susunan Seleksi 
Tahapan dalam pelaksanaan Seleksi kesamaptaan jasmani susunan seleksinya adalah sebagai berikut: 

Seleksi kesamaptaan jasmani untuk pria: 
a) Seleksi kesamaptaan "A" lari 12 menit minimal jarak tempuh 1200 meter 
b) Seleksi kesamaptaan "B" terdiri dari rangkaian seleksi meliputi: 1) Pull up maksimal 1 menit 2) Sit up maksimal 1 menit 3) Push up maksimal 1 menit 4) Shuttle run jarak 6 x 10 meter 2. 

Seleksi kesamaptaan jasmani untuk wanita: 
a) Seleksi kesamaptaan "A" lari 14 menit minimal jarak tempuh 1200 meter 2 
b) Seleksi kesamaptaan "B" terdiri dari rangkaian Seleksi meliputi: 1) Chening maksimal 1 menit 2) Sit up maksimal 1 menit 3) Push up maksimal 1 menit 4) Shuttle run jarak 6 x 10 meter 

Komponen yang diukur 
1. Dalam kesamaptaan jasmani "A" (Pria = lari 12 menit dan Wanita = lari 14 menit) yang diukur adalah: 
a) Daya tahan otot (muscle endurance). 
b) Daya tahan jantung dan pernafasan / peredaran darah (cardio respiratory endurance).

2. Dalam kesamaptaan jasmani ”B” yang diukur adalah: 
a) Pull up dan chening mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian dalam;
b) Sit up mengukur kekuatan dan daya tahan serta flexibilitas otot perut; 
c) Push up mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan bagian luar; 
d) Shuttle run mengukur kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh.